dedicated to : pemusikpemusik ibadah, faithful, menyusul, pemusik yang pernah jadi partnerku, mc-mc ku, all of u dah
Aku belajar main gitar sejak kelas dua smp, waktu itu dalam rangka nikahan omku, dia memberi kami*aku dan masku* sebuah gitar*omku yang nikah, tapi dia memberi kami kado*. Selama berminggu-minggu gitar itu tidak kami apa-apakan, karna di keluargaku tidak ada yang bisa memainkannya, sampai akhirnya masku mulai belajar memainkannya, dan dia mulai bisa, akupun jadi penasaran juga. Akhirnya aku mulai untuk belajar memainkannya, susah sekali ternyata, dan aku menyerah waktu itu. Waktu berjalan..di sma aku ngekos bersama masku, hiburan di kamar kami hanya radio dan gitar*jadul bgt yak..* waktu itu masku udah lumayan jago main gitar, aku jadi termotivasi untuk belajar gitar lagi. Detik berjalan, hari berganti akupun mulai bisa memainkannya*karna tiap hari cuma itu hiburanku*. Tiap ada lagu yang bagus di radio aku berusaha mencari kunci dan `melodi`nya, skill&feelingku mulai terasah, aku mulai bermain band juga. Waktu itu aku tidak pernah melayani sebagai pemusik ibadah, kecuali di acara retret waktu sma,itupun cuma beberapa lagu.
Aku lulus sma, pindah ke jakarta...
Pelayan pertamaku sebagai pemusik ibadah adalah menjadi bassist di acara KPI GKI bintama, masku merekomen aku jadi bassist waktu itu. Dan baru kusadari, aku sangat buta dengan lagu-lagu rohani, miskin sekali perbendaharaan laguku. Lalu menjadi pemusik di KJ, bersama masku, dan terulang kembali, dari sekitar 8 lagu hanya 1 atau 2 lagu yang aku tau, menyedihkan sekali. Akhirnya pada saat liburan pertama, aku pulang ke jogja. Saat di rumah aku mulai mencari-cari koleksi kaset dan cd milik bapakku, ada cukup banyak lagu-lagu rohani ternyata, dan mulai ku dengarkan satu persatu lagu-lagu itu, hmmppff..ternyata cukup membantu, perbendaharaan laguku jadi cukup banyak. Aku mendapat cukup banyak kesempatan menjadi pemusik di KJ ataupun Kopem, sesekali aku minta masku mengajariku beberapa lagu untuk menyiapakan pelayananku.
Banyak sekali hal yang kupelajari menjadi pemusik di pmk, hal yang tak kudapat waktu aku ngeband di sma. Pada suatu momen akhirnya aku bertemu dengan Anu, dan aku ingat sekali waktu itu dia bilang "gile..lu gitaris paling nyambung sama gw yus"..yap, kunci2 yang kami mainkan memang hampir sama, progress chordnya juga. Aku belajar banyak dari Anu 'kunci-kunci on-onan' kupelajari dari dia, singkop-singkop groovy juga kupelajari dari dia. Kami juga sering dipasangkan dalam berbagai acara di pmk, semakin nyambung lah kami, dan akupun terus belajar banyak dari dia. Sempat juga ikut festival seni di pmk, kami ikut cipta lagu*sebenarnya Anu yang ciptain lagu..* waktu itu aku berpikir..someday i will make a song too..tapi sampai sekarang blm kesampaian, hehe..
Lalu mulai jadi pemusik di PMKJS2, dan stress beratlah yang melandaku. Begitu banyak hal yang diminta, singkop ala PMKJS, kurangi variasi, dll. Aku terkadang berontak juga waktu itu. Waktu berjalan, aku akhirnya mulai belajar juga, mulai sering jadi pemusik di PMKJS2, Puji Tuhan, kau semakin diperlengkapi. Aku juga bertemu dan belajar banyak dari pemusikpemusik kelas wahid di Perkantas Kak Tirza, Iwan, Bang Sahat, Kak Erick, dll. Banyak sekali pelajaran dari mereka yang kudapat.
Pelayanan terakhirku di KJ adalah tanggal 15 Agustus 2008, waktu itu temanya Bangsa dan Negara, WL : Kawas, Singer : Dapot dan Tati, Pemusik : Aku, Dapit(cepet sembuh pit..rindu mendengar dikau mencabik2 keyboard), Mochue. Ingat sekali, kami memakai dresscode batik, dan memainkan musik etnis2 di Indonesia. Aku sedih sekali waktu itu, menyadari mungkin takkan bisa lagi menjadi pemusik di KJ.
Pelayanan terakhirku di pmk adalah ketika bintal angkatan 2008, 24 Oktober 2008. WL : Kawas, Singer : Flo dan Mono(thengs flo sudah mengingatkanku..hehey), Pemusik : Aku, Dapit, Daniel. Aku senang waktu itu karena diberi kesempatan untuk menjadi pemusik, walaupun statusnya sudah jadi alumni. Sedih juga, karena ini menjadi yang terakhir..
Sekitar 3 tahun aku berguru di PMK menjadi pemusik ibadah yang baik. Aku sangat bersyukur, aku yang dulunya tidak mengenal pelayanan, boleh Tuhan kenalkan kepada pelayanan lewat musik. Aku yang dulunya sombong, perlahanlahan Tuhan lembutkan hati ini. Hmm..smua karna anugrahNya..terkadang ketika aku bangun di pagi hari, aku mengingat kembali apa yang sudah Tuhan perbuat dalam hidupku, tekadang hanya bisa menangis teharu. Begitu banyak orang di dunia ini, tapi tidak kepada smua orang Dia memberikan talenta bermusik..dan Tuhan memberikannya kepadaku, aku sangat bersyukur akan hal ini. Aku menyimpan banyak sekali daftar lagu ketika aku melayani sebagai gitaris, banyak sekali coretan-coretan di kertas-kertas itu, bahkan ada bekas sepatu, melihat kertas-kertas itu membawaku ke suatu masa yang telah lalu waktu aku menjadi gitaris dan kembali bersyukur, Tuhan memberi aku kesempatan itu. Aku sangat merindukan kesempatan itu sekarang.
Mengingat kembali 4 tahun kebelakang adalah saat-saat yang takkan pernah aku lupakan dan tak terpikirkan sebelumnya..hikmatMu tiada terselami, kasihMu dalam tak terduga..mengingat betapa Allah terus memimpin dalam setiap jejak langkahku dan sungguh menyadari semua yang ada padaku, itu karna Allah yang memberi, semuanya. Entah sudah berapa ratus lagu yang kumainkan dan sebanyak itulah, bahkan lebih banyak, sesungguhnya Tuhan yang menguatkan aku di tengah segala keterbatasanku.
..
semua karna anugrahNya..
Yuseva Arya P
Selamat Datang!!!
Menu Sharing
Semalaman aku gak bisa tidur memikirkannya,,,
Tahu Sutra itu enak sekali. Aku pertama kali memakannya di Pulau Dewata sekitar 5 tahun yang lalu. Rasanya gurih dan teksturnya halus, di mulut lembut sekali. Mau dioseng atau sekedar digoreng biasa, sudah sangat lezat...Hhmmm...
Sambil membayangkan tahu sutra yang enak itu, aku berimajinasi membuka sebuah resto “Tahu Sutra“ di daerah Jakarta Pusat. Aku mempersiapkan semuanya, mulai dari cara membuatnya, kedelai itu diinjak-injak, digiling lalu diperas, diberi bumbu dan ragi. Kemudian dimasak beraneka macam jenis, ada sup tahu, tahu isi keju, tahu goreng polos, tahu melilit sosis, dan aneka masakan tahu lainnya. Kemudian aku juga mulai mendesign tempat restonya. Ada dua lantai, yang di bawah ada yang lesehan ada juga yang pakai sofa maupun kursi kayu biasa, ruangan samping yang di luar untuk smoking room, lantai atas untuk sky dinning, diberi atap kaca jadi bisa makan sambil melihat bintang kalau malam. Aku juga memikirkan manajemennya, mulai dari cara pemesanan makanan, cara bayar di kasir, sampai cara keluar masuk restonya (rencananya sih pintu keluar dan pintu masuk dipisah). Pokoknya keren dech, sampai akhirnya resto itu sangat terkenal dan membuka cabang dimana-mana.
Akhirnya goalnya adalah “Banyak sekali ‘Rp’ yang kuperoleh…!!!”
Kemudian aku juga berkhayal punya usaha loundry sampai 10 cabang yang semuanya ramai dan terkenal (terinspirasi dari salah seorang kasi di kantorku). Dan lagi-lagi goalnya adalah “Banyak sekali ‘Rp’ yang kuperoleh…!!!”
----------------
Keesokan paginya aku merasa letih dan ngantuk, semalaman gak bisa tidur cuma gara-gara memikirkan ‘uang’, bagaimana caranya membuka usaha dan berinvestasi bla bla bla…
Padahal selama 3 minggu ini aku beberapa kali mendengarkan khotbah mengenai uang. Dimulai dari Persekutuan Abdi Bangsa (PAB) 30 Mei lalu yang membahas tentang bagaimana mengelola keuangan keluarga PNS, kemudian PAKJ Pusat 5 Juni ttg Meniti Prestasi Dalam Bidang Pekerjaan. Yang terakhir hari Jumat kemarin di PAKJ Barat, sebenarnya c temanya simplify your life tp justru banyak dibahas tentang gaya hidup hedonisme gitu. Waktu PAB aku mendengarkan kesaksian yang begitu indah dari pembicaranya, mereka suami istri yang hidup sangat sederhana dalam kelimpahan mereka. Setia memberikan perpuluhan (bahkan lebih) dari setiap penghasilan apapun yang diterimanya. Sebagai seorang pejabat eselon II Deplu, beliau hidup dengan sangat sederhana, bahkan rumahpun mereka belum punya. Dan yang sangat mengharukan, dalam setiap kondisi mereka selalu mencintai Kristus, bahkan sekalipun mereka belum dikaruniai anak, cinta mereka tidak berkurang sedikitpun kepada Kristus.
Kemudian aku bandingkan dengan sharing Ayen waktu PAKJ Barat, dia bercerita tentang temannya yang teramat sangat kaya sampai bingung mau diapakan uangnya. Dia sangat royal dalam memberi persembahan maupun menjadi donatur-donatur, memberi orang lain yang berkekurangan, tapi gaya hidupnya juga lumayan ‘hedon’. Dia bisa menghabiskan uang jutaan untuk sekali semir rambut, ganti-ganti gadget sesuka hati, tiap hari ke mall beli sepatu, tas, maupun baju baru dengan merk terkenal yang mahal-mahal.
Apakah itu salah…???
----------------
Beberapa Pembicara sering mengatakan: “uang itu tidak bersalah, mencari uang juga tidak salah tapi yang salah adalah cinta uang !! Karena akar dari segala kejahatan adalah cinta uang…!!!
Yup, benar sekali ! Cinta uang membuat orang gila, sampai rela melakukan apapun juga untuk mendapatkannya. Rela menjual diri, menjual harga diri, bahkan menjual iman. Orang dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu karena memburu uang. Bahkan di beberapa daerah orang rela membayar 70-80 juta demi bisa menjadi pegawai negeri, demi mendapatkan penghasilan tetap, uang di tiap bulannya. Bayangkan saja kalau mereka nanti menjadi pegawai negeri dan punya kedudukan juga, berapa banyak uang yang berusaha mereka ambil kembali…ckckck…
Mencari uang itu gak salah, bahkan Paulus mengatakan “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tes 3:10). Allah juga memerintahkan kita untuk bekerja (mengusahakan bumi) Kej 2:15. Tapi yang seringkali kurang tepat adalah caranya mencari uang. Bang Peter J. pernah mengatakan, “bekerjalah menurut panggilan Allah bagi kita”. Bila kita dipanggil sebagai PNS, hendaklah kita bekerja sebagai PNS yang baik. Lalu tidak bolehkah kita punya usaha sampingan? Tentu saja boleh, asal pekerjaan utamanya tidak terabaikan dan usaha itu baik untuk mendukung pekerjaan utamanya. Seperti Paulus yang bekerja sebagai pembuat tenda, pekerjaan itu dia pakai untuk mendukung pelayanannya mengabarkan injil. Dia tahu apa prioritasnya, yang tidak fana dan menjadi harta yang kekal.
----------------
Kalau dipikir-pikir, sebenarnya gak ada kenikmatan (baca: kebahagiaan) sejati yang bisa dibeli dengan uang. Uang bisa membeli pria/wanita, tapi tidak bisa membeli cinta mereka. Uang bisa membeli kasur paling empuk di dunia, tapi tidak bisa membeli tidur nyenyak. Uang bisa membeli rumah mewah, tapi tidak bisa membeli rasa aman dan nyaman. Uang bisa membeli obat-obatan dan biaya RS yang sangat mahal, tapi tidak bisa membeli kesehatan.
Lebih baik sekerat roti yang kering disertai ketentraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan (Ams 17:1).
Sebagai anak magang, uang 850 ribupun menjadi cukup ketika dinikmati dengan penuh ucapan syukur. Di akhir pekan tidak perlu jalan-jalan ke mall, makan di restoran mahal, atau nonton film terbaru di bioskop. Pulang dari gereja cukup nonton film pakai laptop temen, masak orek tempe dan oseng kangkung berdua sama pacar, sorenya joging di monas trus makan nasi + tempe orek bekal yang dibawa dari kost. Setelah itu, nonton air mancur bergoyang, wah indahnya…!!!
Semuanya itu sudah sangat membahagiakan. Week end selalu bisa menjadi moment yang special tanpa perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Asalkan bisa melewatinya bersama orang terkasih dan menikmatinya dengan penuh ucapan syukur.
Seperti Paulus telah mencukupkan diri dalam segala keadaan (Flp 4:11), anak magangpun perlu mencukupkan diri dalam segala keadaan…hehehe…
Dan akhirnya, inilah doaku:
Tuhan,
janganlah membuatku terlalu kaya, sampai aku tidak lagi mengandalkan kekuatan-Mu, tetapi hartaku;
janganlah membuatku terlalu kaya, sampai aku tidak lagi mengingat-Mu, tetapi hartaku;
janganlah membuatku terlalu kaya, sampai aku tidak lagi mencintai-Mu, tetapi hartaku.
Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah (Luk 18:25), karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada (Luk 12:34)
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya (Mat 6:19), tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Mat 6:33).
Eliani Angga Safitri
Menu Sharing
Ditampol Uhuyyyy.... !!!! by - Tukang Tambal Ban
Diposting oleh Angkatan '05 PMK STAN on Sabtu, 30 Mei 2009
Halo temen2...
Ini note pertamax gw lho. Semenjak gw pertama kali megang pesbuk, akhirnya ada juga yg pengen gw curahkan melalui note di pesbuk ini karena menurut gw ini pengalaman yg cukup seru untuk gw share...
Jadi gini, hari minggu siang kemaren tanggal 24 mei, gw pergi ke kebon jeruk. Dari rumah (pondok pucung-red) emg udah keliatan kalo ban depan motor gw tuh kempes. Tapi karena gak terlalu yakin kempesnya gara2 bocor, ya udah gw pompa manual aja pake pompa "genjot" di rumah. Sapa tw kan cuman kurang angin doank. Trus ya udah gw terabas aja jalanan jakarta ini dengan kecepatan motor gw yang sulit untuk dihitung dengan speedometer standar motor indonesia. Akhirnya motor gw sampe dengan selamat di kebon jeruk. Pas nyampe kebon jeruk, gw cek lagi ternyata ban depan masih lumayan "kenceng". Lumayan seneng lah hati gw ini...
Trus malemnya sekitar jam 8 lewat gitu, gw mw balik tuh. Tapi ternyata oh ternyata, ban depan motor gw kempes lagi. Ywd lah, berarti jelas kan kalo ban motor gw bocor. Dengan sisa2 kekuatan di malam hari, gw doronglah motor gw yang "penomenal" itu ke tukang tambal ban terdekat. Kebetulan ada yg jaraknya cuman sekitar 10-15 meter gt. Daripada jauh, ya gw pilih yg terdekat itu lah...
Seperti prosedur tambal ban pada umumnya, dilepas lah ban motor gw bwt diperiksa. (Ya iyalah, masa ban motor orang ???) Trus abis dibuka, dipompa angin biar ketauan dimana yg bocor. Pas dipompa, tiba2 keluar suara "Dhuar...". (Gak usah terlalu lebay bayanginnya !!). Kaget kan tuh gw. Trus gw liat donk asal suara itu. Ternyata suara itu dari ban dalem motor gw. Pas gw liat ternyata ban dalem sobek sekitar 15 cm gt. Ga tw deh gara2 emg ban dalemnya udah lama trus ga kuat nahan tekanan ato dikerjain ma tukang tambalnya. Gw c positip tingking ajah, paling dikerjain ma tukang tambal bannya. Hehehe, becanda dink. Ywd lah akhirnya terpaksa ganti ban dalem kan. Ga mungkin ban sobek begitu ditambal. Kalo mw c dijahit, tapi kerajinan amat. Bisa selese minggu depan.Hehehe...
Ternyata yg ngurus motor gw bukan yg punya. Dy suruhan doank. Yg punya lagi pergi. Trus dy nawarin ban dalem yg mereknya NSP. Kalo ga salah kepanjangannya "Naek Sekali Pecah". Hehehe, becanda lagi. Tapi emg gw pernah punya pengalaman jelek ma ni merek. Masa dulu gw pernah make ni merek baru sehari dipake dah bocor2 lagi n terpaksa gw ganti baru lagi. Makanya pas ditawarin merek ini, gw langsung nolak. Kagak mw ketipu u/ ke2 kalinya dunk. Tukang tambalnya sempet nurunin harga gt dari 35 rebu jadi 28 rebu. Gw makin yakin kualitas tuh ban dalem kaya gimana. Gw tetep dgn pendirian gw. Kalo harganya 5000 baru mungkin gw mw beli. Karena gak jadi, akhirnya ban dalem motor gw yg dah sobek itu dikembalikan lagi posisinya...
Pas udah selese dibalikin lagi, gw langsung mw pergi ajah karena gw kan gak nambal n gak ganti ban, jadi gw ga ngerasa harus bayar. Tapi ternyata ditagih. Gw kasih 2000 perak lah karena gw pikir cukup segitu n duit receh gw emg tinggal segitu. Eh, pas gw kasih 2000, c tukang tambal minta 1000 perak lagi. Trus gw bilang aj kalo biasanya segitu. Eh, dy malah nyolot gt. Mungkin gara2 kesel ban dalem jeleknya itu kagak jadi dibeli ma gw. Abis itu bogem mentah dy mendarat tepat di pipi kanan gw. Beuh, kagak terlalu kerasa juga c pukulannya men. Justru yg gw khawatirin bogem dy kena kacamata gw. Secara ganti kacamata mahal bgt khan sekarang. Untung aja bogem dy kagak kena kaca mata gw, kalo kena.... ya pecah lah kacamata gw. Hehe. Tapi masa gara2 1000 perak doank ampe mukul bgitu ya ??? Otaknya dimana c tuh orang ??? Di sekitar situ ada tukang2 ojek gt yg akhirnya misahin gw. Untung mereka bela gw. Trus malah tukang ojek itu ngajak berantem c tukang tambal. Gw malah pengen ketawa. Nih sebenernya sapa c yg diajak berantem ? Bukannya gw ya ??? Kok jadi pada ribut sendiri c ??? Pas ditantang tukang ojek, si tukang tambal malah ketakutan gt. Minta2 maap gt ma gw n ma tukang ojek yg lagi ngomel2. Tukang ojek itu baek juga. Apa gara2 nyangka gw sesama tukang ojek juga ya ??? Hehehe...
Akhirnya gw tinggalin aja tuh mereka ribut2 sendiri. Gw dorong motor gw ke t4 tambal ban yg laen...
Yah, kira2 seperti itu pengalaman gw kemarin malam. Pengalaman ditonjok ma tukang tambal kayanya gak semua orang bisa dapet deh. Gw merasa terhormat dapet kesempatan seperti itu. (Wakakaka, apaan c ???). Perilaku bar2 seperti ini memang sering terjadi di jalanan, apalagi dengan kondisi ekonomi yg tidak semakin baik. Ditambah lagi dengan tingkat pendidikan yg rendah yg akhirnya membuat seseorang lebih menggunakan emosinya. Jadi, hati2lah saat berada di jalanan. Kejadian yg menimpa gw ini mungkin akan menimpa temen2. Tapi semoga aja nggak terjadi c. Cukup gw ajah...
Sekian note pertamax gw ini. Semoga berkesan di hati temen2 n berguna juga bwt ningkatin kewaspadaan temen2 semua. Hehehe....
Tengkyu...
GB
Menu Sharing
Pacarku Pelupa… Ya, pacarku pelupa. Dia tidak pernah bisa mengingat banyak hal. Tapi jangan tanya soal pelajaran, dia salah satu yang terbaik. Namun dalam hal mengingat sehari-hari… bukan dia ahlinya. Dia hanya bisa tersenyum dan berbisik, “Sori kak, aku lupa.”. Entah kenapa bisa begitu. Apa karena phlegmatic sejati? Atau karena namanya ada miss-miss-nya, makanya sering lupa (miss)? Entahlah…
Jangan tanya dia tentang lagu-lagu, jangan tanya dia ayat-ayat Alkitab, jangan tanya dia momen-momen untuk dikenang… jangan. Dia hanya akan membalasnya dengan mengerutkan dahi, tersenyum simpul dan terkadang mengangkat kedua bahunya.
Sering juga hati ini kesal. Aku mampu menghapal ribuan ayat Alkitab dan lagu, mengingat momen-momen berharga, tapi dia tidak. Dalam hal daya ingat, aku tahu aku memiliki kemampuan yang lumayan, kecuali dua hal: mengingat nama orang yang baru dikenal, dan mengingat rute jalan, aku bukan ahlinya. Dan masalahnya, dia pun tak bisa melakukannya juga. Makanya, seringkali kejadian begini: aku bertanya: “Yang itu siapa namanya?”, dia akan menjawab: “Memang kita pernah ketemu ama dia?” atau “Oo iya ya kak, tapi aku lupa juga”, dia senyum dan aku hanya bisa menghela nafas panjang. Atau ketika kami berboncengan naik sepeda motor, aku lupa rute jalan yang baru beberapa kali kami lalui, dan ketika aku bertanya padanya, dia akan menjawab “Aku juga lupa kak… Hehehe”. Bahkan, dia bisa lupa (sering salah sebut) mana kanan dan mana kiri. Aku akan membalas (mungkin dengan mulai sedikit emosi): “Aku mendingan, bisa ingat simpangnya, tanda-tandanya, kam apa yang kam ingat?”, namun dia hanya berespon dengan melingkarkan kedua tangannya semakin erat di perutku.
Aku ingat momen-momen itu. Dia? Entahlah, mungkin saja. Pernah hati ini meragu, apakah dia benar-benar menyayangiku? Kalau iya, kenapa dia tidak mengingat hal-hal itu? Kalau kejadian atau ucapanku yang baru beberapa hari lalu saja dia lupa, apalagi momen 5 tahun yang lalu? Di saat semuanya masih sangat manis, murni, penuh harapan. Surat-suratku, memoku, sms-ku, kadoku, dan lain-lain, apakah masih ada dalam pikirannya? Aku butuh memejamkan mata untuk mengingat itu semua, dan tanpa terasa bibirku melengkungkan senyuman perlambang betapa sangat manis.
Pernah suatu saat, aku menanyakan itu kepadanya, “Kam ingat semua itu?”, jawabannya sudah ku duga, “Lupa kak.”. Selagi aku menggelengkan kepalaku, dia bersuara: “Tunggu sebentar ya kak.”, sambil berlari ke tangga menuju kamarnya di atas. Tidak lama, dia langsung turun membawa sebuah kotak. Aku sungguh terkejut. Sungguh. Kotak itu berisi semua yang pernah ku berikan padanya, dari pertama sekali (kecuali boneka-boneka yang setia menemani tidurnya). Dari surat, memo, bahkan foto-foto jadul, yang langsung mengantarkan memori ini ke sekitar 4-5 tahun yang lalu, saat pertama kali hati ini digundahkannya. Dia menyimpannya. Lengkap dan rapi, jauh dibandingkan dengan apa yang berhasil ku simpan darinya. Wah, senang dan haru. “Kak, aku tau, aku sering lupa, makanya ku simpan ini semua. Kalau aku lupa, aku bisa membacanya lagi, dan itu cukup untuk membuatku tersenyum sendiri mengingat semuanya. Jangan-jangan kakak gak nyimpan selengkap ini…”. Aku menganggukkan kepalaku dan bertanya lagi: “Coba sebutkan satuuuuu aja hal yang kam ingat?”. Dia jawab: “Aku sayang ama kakak. Itu aja”. Aku terdiam. Mati kata. Akhirnya tersenyum bahagia dan membelainya manja, “Aku sayang ama kamu”.
Awalnya aku pikir, seseorang yang mencintai aku, akan mengingat setiap kejadian dan kata-kata yang aku ucapkan, bahkan yang tidak sengaja, dan ia akan menggunakan kata-kata itu tepat waktunya. Namun ia menyadarkanku, tidak selamanya demikian. Seseorang yang mencintaiku, mungkin tidak bisa mengingat momen-momen istimewa, tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintaiku, tidak peduli apakah ia ingat hari apa hari ini. Seseorang yang mencintaiku, akan selalu menyimpan semua benda yang aku berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ”Luv U” ada di dalam dompetnya.
Semakin menyadari bahwa cinta bukanlah menerima kondisi pasangan kita dengan harapan bahwa kita akan bisa mengubahnya di kemudian hari. Itu bukan cinta namanya, itu sekedar keinginan. Cinta yang sesungguhnya adalah melihat kekurangan pasangan kita dan mengatakan bahwa kita tetap mengasihinya.
---
Beberapa hari yang lalu, aku ingat, aku terkejut. Dia sms: “Kakak msh ingat ga dl qt prnh jln smbl ttp mata?i wanna try it again with u..i love u..”. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba sms seperti itu, tapi aku ingat betul momen itu. Aku mengajaknya berjalan dengan tutup mata, sepanjang jalan komplek yang kami lewati untuk makan malam. Saat itu aku membujuknya: “Kalau kam percaya amaku, tutuplah matandu, berjalan amaku, aku yang ngasi petunjuk jalannya”, dan dia mau. Meski dengan langkah ragu, dia terus melangkah, aku yang memberi arah. Orang-orang yang berpapasan pun melihat “kelakuan aneh” kami ini, tapi dia terus saja berjalan karena tidak tahu kejadian di luar selagi menutup mata, dan aku pun diam. Akhirnya sampailah di tempat makan. Ada rasa puas. Hal ini kami lakukan beberapa kali, hampir di setiap kesempatan, dan selalu diakhiri dengan canda tawa. Pernah bergantian. Mataku yang ditutup, dia yang menuntun. Tapi aku curang, hahaha, sesekali aku mengintip, supaya bisa berjalan lurus. Ah,,, aku yang berjanji, aku yang mengingkari.
Beberapa hari kemudian, dia sms yang lain lagi: “jd ingat dl pas aq ngajar d smp plus P*****, trus kk sms bgs saat itu, jd smgt dh.semangad ya kak.” Oh, dia mengupas memorinya lagi. Bahkan aku sendiri lupa sms apa saat itu. Mungkin kalau dia menulis artikel ini, dia akan memberi judul yang sama, dengan modifikasi: “(ternyata) Pacarku Pelupa…(dan emosional)”. Tapi aku masih ingat sedikit kejadian itu. Saat itu kami sudah terpisah jauh, dan dia masih SMA. Karena prestasinya baik, dia diberi tugas menggantikan guru untuk mengajar SMP di dekat SMA itu. Awalnya dia merasa takut, tapi aku memotivasinya, dan berhasil.
Pernah lagi suatu waktu, di akhir percakapan telepon, dia mengatakan dengan gampangnya: “Goodbye kak…”. Aku emosi dan langsung menyambar: “Apa maksudndu Goodbye?”, telepon langsung ku tutup dengan marah dan bingung kenapa dia mengucapkan “kata tersedih” itu? Apa maksudnya selamat tinggal? Tak lama kemudian dia menelepon dengan lemah lembut mencoba menjelaskan: “Kakak lupa kalau aku gak bisa bahasa Inggris?”. Yah,, aku lupa lagi. Dia menjelaskan sebenarnya yang ingin dikatakannya adalah ‘bubay’, (bahasanya sendiri yang memang sering diucapkannya, yang artinya kira-kira: “Udah dulu ya sayang…”), tapi yang terucap akhirnya Goodbye. Dia minta maaf karena tidak bisa berbahasa Inggris. Setiap aku mengingat kejadian ini aku bisa tertawa sendiri. Mulai saat itu, kalau dia salah ucap Goodbye lagi, di telingaku artinya sama dengan I love you so much.
Hah,,, sungguh indah kenangan-kenangan itu, apalagi dalam kondisi dipisahkan jarak seperti ini, kenangan-kenangan itu terasa sangat berarti. Berjuta rasanya, rindu ini tak kenal kompromi. Kini aku mengerti kenapa namanya ada miss-miss-nya: karena dia memang ngangenin (missing) ^_^. Suatu kali aku mengunjunginya. Dan diapun pergi ke airport untuk menjemputku. Dia tidak membawa seikat mawar dan memanggilku “Sayang” seperti yang aku khayalkan. Tetapi, ia membantu membawakan tasku dan menanyakan: “kenapa kakak kurus-an baru beberapa bulan?” dengan hatinya yang tulus. Wah, itu sudah lebih dari cukup.
***
Dengan mengingat-ingat, hati ini terhibur. Sambil bertanya-tanya: apakah dia juga ingat atau lupakah? Ingat-ingat lupa atau lupa-lupa ingat? Lupa untuk ingat atau ingat untuk lupa? Seketika hal ini membuatku jadi teringat kepada Tuhan… Mungkinkah Tuhan itu lupa? Sepertinya tidak mungkin… Akhirnya aku mencari jawabnya dengan menelaah Alkitabku.
Ternyata, beberapa kali dalam Alkitab, sepertinya Tuhan “diingatkan” oleh manusia. Aku ambil contoh Keluaran 32:9-14, sewaktu Tuhan murka ingin menghukum bangsa Israel karena menyembah patung anak lembu emas. “…Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?... Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu,…" Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya. (band.Ulangan 9:27-29; Mazmur 25:6; 106:45).
Sewaktu Musa “mengingatkan” Tuhan, ada hasilnya: akhirnya Tuhan pun “ingat” dan “berubah pikiran/ menyesal”. Bersyukurlah, Alkitab “meminjam” bahasa manusia agar kita dimengertikan kasih setia Tuhan yang tak akan mampu kita mengerti sepenuhnya itu.
Beberapa contoh lain lagi: tokoh-tokoh Alkitab yang memohon Tuhan untuk “mengingat”: Simson (Hak16:28 "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah,…", Hizkia (II Raj 20:3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati…”), Nehemia (Neh 5:19; 13:14,22 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.), Yeremia (Yer 15:15 Engkau mengetahuinya; ya TUHAN, ingatlah aku dan perhatikanlah aku, lakukanlah pembalasan untukku…), Yunus (Yun2 "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku… Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN,…), dan masih banyak contoh-contoh lain. Menarik sekali, bahwa akhirnya Tuhan “mengingat” dan “mengabulkan” permintaan mereka.
Mungkinkah Tuhan lupa (band. Mzm10:11; 77:10), sehingga Ia harus mengingat lagi? Coba lihat kejujuran pemazmur dalam Mazmur 25:7 “Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.”. Seakan-akan pemazmur meminta Tuhan untuk “lupa” akan dosanya, dan “ingat” akan kasihNya. [Remember not… remember… The psalmist now prays that the Lord will not remember his past sins, shortcomings, and rebellious spirit. He wants the Lord to deal with him, not in accordance with his lack of loyalty, but according to God's own commitment of loyalty. The ground of forgiveness is God's goodness toward his people. Forgiveness is that act of grace whereby God extends his love, as if the sin had never taken place! -NIV Bible Commentary-].
Ingat lagu ini? “Sejauh timur dari barat, Engkau membuang dosaku, tiada Kau ingat lagi kesalahanku…”. Apakah Tuhan melakukannya? YA! Jonathan Lamb dalam bukunya “Integritas (Perkantas)” mengutip pernyataan Tom Wright: “Inilah salah satu inti kedisiplinan dalam hidup orang Kristen yang dengan beberapa hal tertentu, kita sebaiknya dengan sengaja melupakannya, dan berhasil melakukannya… “Seandainya saya memang telah mengampuni siapapun dan dalam hal apapun”. Ini bukan lupa. Ini merupakan bagian dari kedisiplinan pribadi yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.”
Ya, Allah mengampuni, Ia juga “melupakan”. Paulus pun melakukannya dalam II Korintus 2:5-11. Sungguh suatu nilai yang sangat ilahi. "To forgive is to forget". Mengampuni berarti melupakan.
Aku kembali teringat akan kekasihku, yang pelupa itu. Pernah aku menyakitinya, bahkan mungkin tak akan terlupakan. Tapi dengan bijaksana ia menatapku, “Sudahlah, tidak usah diingat lagi…”. Oh, aku sungguh berbahagia, punya Allah dan kekasih yang sangat mengasihiku.
Allah tidak akan melupakan kita. Ia setia pada janjiNya. Mari renungi 3 ayat ini:
Ulangan 4:31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
Yesaya 44:21 Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan.
Yesaya 49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Pacarku pelupa. Biarlah, asal dia ingat, dia mengasihi Tuhan dan mengasihiku. Aku pun. Akan tiba suatu saat, di mana aku akan lupa banyak hal, bahkan tidak ingat apa-apa lagi. Tapi satu hal aku minta kepada Tuhan: Ingatlah ya Tuhan, ingatkan aku, bahwa aku mengasihiMu dan kekasihku, juga orang-orang yang mengasihiku.
Janji manisMu Tuhan: “Janji yang manis, kau tak Ku lupakan”. Ya, aku tidak lupa itu.
Buat kekasihku: Misni (menuju 5 tahun,,,)
Menu Sharing
Ada Waktu Dimana Orang Akan Berhenti Melangkah
Diposting oleh Angkatan '05 PMK STAN on Jumat, 06 Maret 2009Ada waktu dimana orang akan berhenti melangkah, melihat kembali masa-masa yang telah ia jalani, dan aku saat ini mengalami hal itu. Masa dimana kebahagiaan itu ada, masa dimana kenangan manis terukir, atau mungkin masa dimana segala sesuatunya baik-baik saja. Namun ada juga masa dimana masalah datang silih berganti, masa dimana beban yang ada serasa melebihi kapasitas sebagai manusia, masa dimana merasa menjadi orang paling malang di dunia ini, atau masa-masa sukar lainnya. Akh, kalau aku memandang ke belakang, rasanya antara percaya dan tidak kalau aku telah melewati masa-masa seperti itu. Mungkin masa-masa bahagia bagiku akan dengan mudahnya terlewati, tapi tunggu dulu… bagaimana dengan masa-masa sukarku? Bagaimana saat aku merasa kecewa, gagal, sedih, dan masa-masa yang begitu tak terbayangkan akhirnya dapat aku lewati?
Aku baru sadar kalau aku telah dapat mengatasi itu semua. Kembali aku mengingat masa-masa itu lagi dengan detail. Setiap bagian demi bagian aku coba ingat lagi. Lama aku memikirkannya, bagaimana saat itu aku mengatasi semua masalahku dan beban yang ada. Benarkah aku yang mengatasi setiap masalahku? Benarkah itu? Atau hanya aku saja yang merasa hal itu telah selesai dan sekarang menjadi masa laluku, namun sebenarnya sampai sekarang tak pernah terselesaikan? Aku coba mengingat-ingat lagi.
…………….
Ya, semuanya ternyata telah selesai!!! Aku mulai ingat lagi masa-masa itu dengan jelas… ketika aku merasa lemah, ketika aku jatuh, ketika aku…. menemukan Mazmur 23
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Daud adalah seorang Raja Israel. Namun dia juga pernah menjadi gembala bagi kambing domba milik keluarganya. Daud yang menjaga dombanya dengan sepenuh hati, tak pernah lalai dalam menjaga dombanya. Ketika ada serigala atau hewan buas lainnya yang berusaha memangsa dombanya, Daud akan menjaga dombanya agar tetap aman dengan cara Daud sendiri yang akan menghadapi dan menghalau hewan buas tersebut.
Dari pengalamannya inilah akhirnya Daud merasa dirinya seperti domba, dan ia memerlukan gembala. Ia akhirnya menemukannya di dalam TUHAN.
Saat ia mengalami masa yang sukar, dimana segalanya serasa… namun inilah pengakuan Daud:
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau bersamaku!Sebuah pengakuan yang hebat di tengah kondisi hebat yang tengah dialaminya! Kondisi yang sebenarnya memungkinkan Daud untuk menjadi semakin lemah dan depresi! Ada satu keyakinan kalau hanya Allah satu-satunya yang mampu memberikan dia segalanya.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, bukan padang yang tandus, Ia membimbing aku ke air yang tenang, bukan air yang penuh dengan gelombang. Daud percaya bahwa Allah yang akhirnya aktif untuk menolongnya, membaringkan dan membimbing ke tempat yang membuat Daud menjadi segar kembali. Dan satu lagi, Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya… He leadeth me in the paths of righteousness for his name’s sake.
Dan seorang gembala tidak akan pernah mencelakakan dombanya, justru hal-hal yang baik yang akan diberikan gembala kepada dombanya.
Betapa beruntungnya Daud ketika ia mengalami pergumulan dan akhirnya ia menyadari hal di atas. Menyadari bahwa tetap ada Allah yang menjadi gembalanya dan senantiasa menuntun ia yang lemah.
Adakah gembala yang lebih baik dari Dia?
Dan adakah domba yang tidak memerlukan gembala?
Aku laksana seekor domba yang menggantungkan hidupnya kepada sang gembala. Aku berjalan mengikuti Dia kemanapun Ia membawaku. Aku merasa aman dalam lindunganNya.
Tiada lagi ketakutan ketika aku berada di dekatNya. Tiada lagi keraguan dalam hidupku untuk terus melangkah, melanjutkan perjalanan hidupku bersamaNya.
Aku kembali melihat hidupku sekarang. Masih adakah keraguan untuk terus melanjutkan perjalanan hidupku? Kalau saat ini ada masalah, Allah yang sama masih tetap menjadi Gembalaku. Lalu mengapa aku khawatir? Kalau masalahku yang dahulu bisa terselesaikan, mengapa aku masih bimbang untuk menghadapi masalahku sekarang?
Ya Tuhan, aku ingin terus melanjutkan perjalanan ini dan berpetualang bersamaMu, serta terus mengalami pertolonganMu dalam hidupku. Ya, satu pengalaman yang takkan pernah terlupakan kalau aku bisa hidup dekat denganMu.
Selanjutnya..
Menu Sharing